Sabtu, 29 April 2017

Masya Allah! Ibunya Pendeta Anaknya Penghafal Al-qur'an. Sebarkan!

Masya Allah! Ibunya Pendeta Anaknya Penghafal Al-qur'an. Sebarkan!
Masya Allah! Ibunya Pendeta Anaknya Penghafal Al-qur'an. Sebarkan!

Berita Islam kali ini mungkin merupakan sebuah kabar gembira bagi kita para muslimin dan muslimat atau juga bisa menjadi sebuah contoh akan datangnya hidayah dari Allah SWT. Adalah Jafar salah seorang anak yang mendapat hidayah dari Allah SWT, anak remaja muda dan belia ini mendapat hidayah untuk memeluk agama Islam. Diketahui padahal dia adalah anak dari seorang ibu yang merupakan pendeta lulusan Sekolah Ortodoks di Yerussalem, Palestina.
Baca Juga : Remaja Muslim Wajib Tahu! Hukum Rayakan Hari Valentine Bagi Umat Islam
Dia mempunyai koleksi kitab injil thn 1958. Dirinya rajin membaca, mengoleksi buku, mengkaji kitab. Kelas 1-6 SD mengkaji khusus kitab oleh pendeta & ibunya sendiri. Dirinya amat sangat fasih memaparkan falsafah berkenaan Trinitas, komplit dgn ayat-ayatnya.

Saat Ini, dia jadi penghafal Al Quran. Tiga th terakhir dirinya konsentrasi mengkaji Al-Qur’an. Hafalannya sekarang ini sudah 20 juz. Dirinya tetap Cinta ibunya. dia berasal dari Makale, Tana Toraja. Anak berparas tampan itu kini sekolah di Sekolah Penghafal Darul Istiqamah, Macopa, Maros.

Berita baik tersebut diupload di media sosial oleh akun bernama Ismawan as. Jelas saja, info itu membuat pengguna media maya ikut bersuara.

“Cara berdakwah dirinya pun sudah sangat baik.. senantiasa menjadi inspirasi bagi santri lain,” kata Andi Tenri Ewa.

“Subhanallah. Wah hebat & salut meskipun tak lagi seiman bersama ibunya tetap masihlah menghargainya,” papar Anita Ruhama.(ri)
Baca Juga : Naudzubillahimindzalik! Hina Al-Quran, Lihat apa yang Terjadi ?? Hati-hati!
Masya Allah.... Hidayah Allah SWT akan dating kapan saja dimana saja dan kepada siapa saja jika dirasa waktunya sudah tepat.

Remaja Muslim Wajib Tahu! Hukum Rayakan Hari Valentine Bagi Umat Islam

Remaja Muslim Wajib Tahu! Hukum Rayakan Hari Valentine Bagi Umat Islam
Remaja Muslim Wajib Tahu! Hukum Rayakan Hari Valentine Bagi Umat Islam

Hukum Merayakan Valentine dalam islam - Beberapa Hari lagi kebanyakan anak-anak muda seluruh dunia akan merayakan Hari Kasih Sayang atau yang biasanya Disebut dengan Valentine Day. Yang tepatnya jatuh pada tanggal14 Februari, mereka terbiasa merayakannya bersama orang-orang yang dicintai atau disayanginya, terutama kekasih. Valentine Day memang berasal dari tradisi Kristen Barat, namun sekarang momentum ini dirayakan di hampir semua negara, tak terkecuali negeri-negeri Islam besar seperti Indonesia.
Baca Juga : Naudzubillahimindzalik! Hina Al-Quran, Lihat apa yang Terjadi ?? Hati-hati!
Sayangnya, tidak semua anak-anak remaja memahami dengan baik esensi dari Valentine Day. Mereka menganggap perayaan ini sama saja dengan perayaan-perayaan lain seperti Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan sebagainya. Padahal kenyataannya sama sekali berbeda.

Dan ternyata hari Valentine itu dapat mengancam Iman Islam kita, serta beberapa megnatakn itu adalah Musrik dan Haram. Seperti yang kita ketahui sudah dijelaskan, "Barang Siapa yang menyerupai Suatu Umat Maka ia lah Bagian dari Umat Tersebut " Mengapa penulis Bilang begitu?

Setelah Anda membaca Sejarah Valentine yang Penulis sebutkan dibawah ini, pasti anda dan khalayak lainnya akan mengerti

Sejarah Valentine

Valentine’s Day menurut literatur ilmiyah dan kalau mau dirunut ke belakang, sejarahnya berasal dari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day.

The Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan penjelasan sebagai berikut: “Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Encylopedia 1998).

Keterangan seperti ini bukan keterangan yang mengada-ada, sebab rujukannya bersumber dari kalangan barat sendiri. Dan keterangan ini menjelaskan kepada kita, bahwa perayaan hari valentine itu berasal dari ritual agama Nasrani secara resmi. Dan sumber utamanya berasal dari ritual Romawi kuno.

Sementara di dalam tatanan aqidah Islam, seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani ataupun agama paganis (penyembah berhala) dari Romawi kuno.

Katakanlah, “Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 1-6)

Kalau dibanding dengan perayaan natal, sebenarnya nyaris tidak ada bedanya. Natal dan Valentine sama-sama sebuah ritual agama milik umat Kristiani. Sehingga seharusnya pihak MUI pun mengharamkan perayaan Valentine ini sebagaimana haramnya pelaksanaan Natal bersama.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang haramnya umat Islam ikut menghadiri perayaan Natal masih jelas dan tetap berlaku hingga kini. Maka seharusnya juga ada fatwa yang mengharamkan perayaan valentine khusus buat umat Islam.

Mengingat bahwa masalah ini bukan semata-mata budaya, melainkan terkait dengan masalah aqidah, di mana umat Islam diharamkan merayakan ritual agama dan hari besar agama lain.

Valentine Berasal dari Budaya Syirik.

Ken Swiger dalam artikelnya “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan, “Kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang berarti, “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa”. Kata ini ditunjukan kepada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi”.

Disadari atau tidak ketika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Icon si “Cupid (bayi bersayap dengan panah)” itu adalah putra Nimrod “the hunter” dewa matahari.

Disebut tuhan cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri. Islam mengharamkan segala hal yang berbau syirik, seperti kepercayaan adanya dewa dan dewi. Dewa cinta yang sering disebut-sebut sebagai dewa Amor, adalah cerminan aqidah syirik yang di dalam Islam harus ditinggalkan jauh-jauh. Padahal atribut dan aksesoris hari valentine sulit dilepaskan dari urusan dewa cinta ini.

Walhasil, semangat Valentine ini tidak lain adalah semangat yang bertabur dengan simbol-simbol syirik yang hanya akan membawa pelakunya masuk neraka, naudzu billahi min zalik.

Semangat valentine adalah Semangat Berzina

Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran sikap dan semangat. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.

Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, petting bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang, bukan nafsu libido biasa.

Bahkan tidak sedikit para orang tua yang merelakan dan memaklumi putera-puteri mereka saling melampiaskan nafsu biologis dengan teman lawan jenis mereka, hanya semata-mata karena beranggapan bahwa hari Valentine itu adalah hari khusus untuk mengungkapkan kasih sayang.

Padahal kasih sayang yang dimaksud adalah zina yang diharamkan. Orang barat memang tidak bisa membedakan antara cinta dan zina. Ungkapan make love yang artinya bercinta, seharusnya sedekar cinta yang terkait dengan perasan dan hati, tetapi setiap kita tahu bahwa makna make love atau bercinta adalah melakukan hubungan kelamin alias zina. Istilah dalam bahasa Indonesia pun mengalami distorsi parah.

Misalnya, istilah penjaja cinta. Bukankah penjaja cinta tidak lain adalah kata lain dari pelacur atau menjaja kenikmatan seks?

Di dalam syair lagu romantis barat yang juga melanda begitu banyak lagu pop di negeri ini, ungkapan make love ini bertaburan di sana sini. Buat orang barat, berzina memang salah satu bentuk pengungkapan rasa kasih sayang. Bahkan berzina di sana merupakan hak asasi yang dilindungi undang-undang.
Baca Juga : Masya Allah! Putra Indonesia Kembali Raih Cumlaude di Bidang Hadist. Sebarkan!
Bahkan para orang tua pun tidak punya hak untuk menghalangi anak-anak mereka dari berzina dengan teman-temannya. Di barat, zina dilakukan oleh siapa saja, tidak selalu Allah sybhanahu wa ta’ala berfirman tentang zina, bahwa perbuatan itu bukan hanya dilarang, bahkan sekedar mendekatinya pun diharamkan.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS Al Isra’: 32)

Kasih Sayang Menurut Islam

Di dalam Islam tidak ada Valentine, sebab kata Valentine itu merupakan istilah impor dari agama di luar Islam. Bahkan latar belakang sejarah dan esensinya pun tidak sejalan dengan Islam.

Namun kalau yang anda inginkan adalah perwujudan rasa kasih sayang menurut syariah Islam, tentu saja Islam merupakan ‘gudang’ nya kasih sayang. Tidak sebatas pada orang-orang terkasih saja, bahkan kasih sayang kepada semua orang. Bahkan hewan pun termasuk yang mendapatkan kasih sayang.

Cinta kepada Kekasih

Kasih sayang kepada orang terkasih pun ada di dalam Islam, bahkan menyayangi pasangan kita dinilai sebagai ibadah. Ketika seorang wanita memberikan seluruh cintanya kepada laki-laki yang dicintainya, maka Allah pun mencurahkan kasih sayang-Nya kepada wanita itu. Hal yang sama berlaku sebaliknya.

Namun kasih sayang antara dua insan di dalam Islam hanya terjadi dan dibenarkan dalam ikatan yang kuat. Di mana laki-laki telah berjanji di depan 2 orang saksi. Janji itu bukan diucapkan kepada si wanita semata, melainkan juga kepada orang yang palingbertanggung-jawab atas diri wanita itu, yaitu sang ayah. Ikatan ini telah menjadikan pasangan laki dan wanita ini sebagai sebuah keluarga. Sebuah ikatan suami istri.

Adapun bila belum ada ikatan, maka akan sia-sia sajalah curahan rasa kasih sayang itu. Sebab salah satu pihak atau malah dua-duanya sangat punya kemungkinan besar untuk mengkhianati cinta mereka. Pasangan mesra di luar nikah tidak lain hanyalah cinta sesaat, bahkan bukan cinta melainkan birahi dan libido semata, namun berkedok kata cinta.

Dan Islam tidak kenal cinta di luar nikah, karena esensinya hanya cinta palsu, cinta yang tidak terkait dengan konsekuensi dan tanggung-jawab, cinta murahan dan -sejujurnya- tidak berhak menyandang kata cinta.

Cinta kepada Sesama

Di luar cinta kepada pasangan hidup, sesungguhnya masih banyak bentuk kasih sayang Islam kepada sesama manusia. Antara lain bahwa Islam melarang manusia saling berbunuhan, menyakiti orang lain, bergunjing, mengadu domba atau pun sekedar mengambil harta orang lain dengan cara yang batil.

Bandingkan dengan peradaban barat yang sampai hari duduk di kursi terdepat sebagai jagal yang telah membunuh berjuta nyawa manusia. Bukankah suku Indian di benua Amerika nyaris punah ditembaki hidup-hidup? Bukankah suku Aborigin di benua Australia pun sama nasibnya?

Membunuh satu nyawa di dalam Islam sama saja membunuh semua manusia. Bandingkan dengan jutaan nyawa melayang akibat perang dunia I dan II. Silahkan hitung sendiri berapa nyawa manusia melayang begitu saja akibat ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki?

Silahkan buka lembaran sejarah, siapakah yang dengan bangga bercerita kepada anak cucunya bahwa nenek moyang mereka berhasil membanjiri masjid Al Aqsha dengan genangan darah muslimin, sehingga banjir darah di masjid itu sebatas lutut kuda?

Di awal tahun 90-an, kita masih ingat bagaimana Serbia telah menyembelih umat Islam di Bosnia, anak-anak mati ditembaki. Bahkan janin bayi di dalam perut ibunya dikeluarkan dengan paksa dan dijadikan bola tendang. Bayangkan, kebiadaban apa lagi yang bisa menandinginya?

Sesungguhnya peradaban barat itu bertqanggung jawab atas semua ini. Tangan mereka kotor dengan darah manusia, korban nafsu angkara murka.

Kasih sayang yang sesungguhnya hanya ada di dalam Islam. Sebuah agama yang terbukti secara pasti telah berhasil menjamin keamanan Palestina selama 14 abad lamanya. Di mana tiga agama besar dunia bisa hidup akur, rukun dan damai. Palestina baru kembali ke pergolakannya justru setelah kaum yahudi menjajahnya di tahun 1948.

Bahkan gereja Eropa di masa kegelapan (Dark Ages) pun tidak bisa melepaskan diri dari cipratan darah manusia, ketika mereka mengeksekusi para ilmuwan yang dianggap menentang doktrin gereja. Tanyakan kepadaGalileo Galilei, juga kepada Copernicus, apa yang dilakukan geraja kepada mereka? Apa yang menyebabkan kematian mereka? Atas dosa apa keduanya harus dieksekusi? Keduanya mati lantaran mengungkapkan kebenaran ilmu pengetahuan, sedangkan ilmu pengetahuandianggap tidak sesuai dengan kebohongan gereja.

Kalau kepada ilmuwan gereja merasa berhak untuk membunuhnya, apatah lagi dengan orang kebanyakan. Lihatlah bagaimana pemuda Eropa dikerahkan untuk sebuah perang sia-sia ke negeri Islam, perang salib. Lihatlah bagaimana nyawa para pemuda itu mati konyol, karena dibohongi untuk mendapatkan surat pengampunan dosa, bila mau merebut Al Aqsha.

Sejarah kedua agama itu, berikut sejarah Eropa di masa lalu kelam dan bau anyir darah. Sejarah hitam nan legam…

Bandingkan dengan sejarah Islam, di mana anak-anak bermain dengan bebas di taman-taman kota, meski orang tua mereka lain agama. Bandingkan dengan sejarah perluasan masjid di Mesir yang tidak berdaya lantaran tetangga masjid yang bukan muslim keberatan tanahnya digusur. Bandingkan dengan pengembalian uang jizyah kepada pemeluk agama Nasrani oleh panglima Abu Ubaidah Ibnul Jarah, lantaran merasa tidak sanggup menjamin keamanan negeri.
Baca Juga : Viral! Dokter Amerika Memeluk Islam Karena Satu Ayat. Bagikan!
Siapakah yang menampung pengungsi Yahudi ketika diusir dari Spanyol oleh rejim Kristen? Tidak ada satu pun negara yang mau menampung pelarian Yahudi saat itu, kecuali khilafah Turki Utsmani. Sebab meski tidak seagama, Islam selalu memandang pemeluk agama lain sebagai manusia juga. Mereka harus dilindungi, diberi hak-haknya, diberi makan, pakaian dan tempat tinggal layak. Syaratnya hanya satu, jangan perangi umat Islam. Dan itu adalah syarat yang teramat mudah.

Semoga artikel Ini Bermanfaat .

Naudzubillahimindzalik! Hina Al-Quran, Lihat apa yang Terjadi ?? Hati-hati!

Naudzubillahimindzalik! Hina Al-Quran, Lihat apa yang Terjadi ?? Hati-hati!
Naudzubillahimindzalik! Hina Al-Quran, Lihat apa yang Terjadi ?? Hati-hati!

Masih simpang siur kebenaran Foto ini, Ada yang mengatakan ini adalah Sosok seorang Wanita yang dianggap Penyihir. Awalnya sosok ini adlaha burung yang menabrak kabel listrik, kemudian terjatuh dan terbakar menjadi wanita tersebut.
Baca Juga : Viral! Dokter Amerika Memeluk Islam Karena Satu Ayat. Bagikan!
Namun menurut Rumor yang beredar, Foto ini adalah Foto yang di ambil di daerah Oshodi , Lagos di Nigeria. Dikabarkan wanita ini berlari Keluar rumah dalam Keadaan Terbakar Hidup-hidup. Usut punya Usut. Wanita ini terbakar, setelah Menjadikan Kertas salah satu Halaman Al-quran,, Untuk membuat rokok dengan cara diliinting .

Al-Qur'an sifatnya Kalamullah, dan Al-qur'an merupakan salah satu sifat Allah. Allah akan selalu tetap bisa berbicara kapanpun Dia berkehendak. Demikianlah yang disampaikan oleh Kitabullah dan Sunnah Rasul serta ucapan para Imam Islam.

Menghina Kalamullah & Kitab-Nya, atau segala sesuatu ucapan yang dapat menjatuhkan kehormatan dan keagungannya adalah sebuah perbuatan kufur yang nyata, tak seorangpun yang dapat mengingkari hal itu. Allah berfirman:

"Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah yang memperoleh azab yang menghinakan." (QS. Al-Jaatsiyyah : 9)

Bagi kita umat islam, jangan pernah tinggal diam jika melihat Seseorang sedang Menghina Al-Quran. Karena Al-Quran adalah Tiang agama Kita. dan sebagai penuntun Hidup Kita. Seperti yang telah Allah sampaikan dalam Firman-Nya :

"Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al-Qur'an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam jahannam seluruhnya.." (QS. An-Nisaa : 140)
Baca Juga : Masya Allah! Putra Indonesia Kembali Raih Cumlaude di Bidang Hadist. Sebarkan!
Semoga informasi ini bermanfaat, dan bisa dijadikan pelajaran bagi Kita,. Tolong sebarkan Informas ini. Karena sangat indah berbagi sesama Muslim. Semoga selalu bahagia, dan berada dalam Lindungan Allah SWT .. Amiiiiiin ....

Viral! Dokter Amerika Memeluk Islam Karena Satu Ayat. Bagikan!

Viral! Dokter Amerika Memeluk Islam Karena Satu Ayat. Bagikan!
Viral! Dokter Amerika Memeluk Islam Karena Satu Ayat. Bagikan!

Kisah yang terjadi di sebuah rumah sakit di Amerika Serikat, kisah tersebut menceritakan tentang kejadian dimana seorang dokter yang akhirnya memeluk Islam hanya karena satu ayat.
Baca Juga : Masya Allah! Putra Indonesia Kembali Raih Cumlaude di Bidang Hadist. Sebarkan!
Di rumah sakit tersebut, seorang dokter muslim bekerja dengan keilmuan yang sangat baik, sehingga memberi pengaruh besar untuk mengenal beberapa dokter Amerika. Dan dia, dengan kemampuan tersebut mengundang decak kagum mereka. Diantara para dokter Amerika ini, dia mempunyai satu teman akrab yaitu orang yang memiliki kisah ini. Mereka berdua selalu bertemu dan keduanya bekerja pada bagian persalinan.

Pada suatu malam, di rumah sakit tersebut terjadi dua peristiwa persalinan secara bersamaan. Setelah kedua wanita itu melahirkan, dua bayi tersebut tercampur dan tidak ada yang mengetahui masing-masing pemilik kedua bayi yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu.

Kerancuan ini terjadi disebabkan kecerobohan perawat yg seharusnya dia menulis nama ibu pd gelang yang diletakkan di tangan kedua bayi tersebut. Dan ketika kedua dokter tersebut tahu bahwa mereka berada dalam kebingungan; Siapakah ibu bayi laki-laki dan siapakah ibu bayi perempuan, maka dokter Amerika berkata kepada dokter Muslim, “Engkau mengatakan bahwasanya Al-Quran telah menjelaskan segala sesuatu dan engkau mengatakan bahwasanya Al-Quran itu mencakup semua permasalahan-permasalahan apapun. Maka tunjukkanlah kepadaku cara mengetahui siapa ibu dari masing-masing bayi ini …”

Dokter Muslim itupun menjawab, “Ya, Al-Quran telah menerangkan segala sesuatu dan akan aku buktikan kepadamu tentang hal itu. Biarkan kami mendiagnosa ASI kedua ibu dan kami akan menemukan jalan keluar.”

Setelah nampak hasil diagnosis, dengan sangat percaya diri dokter muslim itu memberitahu temannya si dokter Amerika, siapakah ibu sebenarnya dari masing-masing bayi tersebut.

Dokter Amerika itupun terheran heran dan bertanya, “Bagaimana kamu tahu?”

Dokter Muslim menjawab, “Sesungguhnya hasil yang nampak menunjukkan bahwasanya kadar banyaknya ASI pada payudara ibu si bayi laki-laki dua kali lipat kandungannya dibandingkan ibu si bayi perempuan. Perbandingan kadar garam dan vitamin pada asi si ibu bayi laki-laki itu juga dua kali lipat dibanding ibu si bayi perempuan.”

Kemudian dokter Muslim tersebut membacakan ayat Al-Quran yang dia jadikan dasar argumen dari jalan keluar itu,


(لِلذَّكَرِمِثْلُحَظِّاْلأُنْثَيَيْنِ ).

“Bagi laki laki seperti bagian dua perempuan.” QS : An nissa ayat 11
Baca Juga : Astaghfirullah! Masjid di Norwich Inggris Diserang Orang Tak Dikenal
Kemudian, secara spontan dokter Amerika tersebut lantas menohok setelah mengetahui arti dari potongan ayat tersebut. Secara spontan pula dokter Amerika tersebut tanpa ragu menyatakan diri untuk memeluk islam. Maha suci Allah yang dapat membolak balikan hati.

Masya Allah! Putra Indonesia Kembali Raih Cumlaude di Bidang Hadist. Sebarkan!

Masya Allah! Putra Indonesia Kembali Raih Cumlaude di Bidang Hadist. Sebarkan!
Masya Allah! Putra Indonesia Kembali Raih Cumlaude di Bidang Hadist. Sebarkan!

ChanelMuslim.com – Masya Allah, lagi salah satu putra Indonesia meraih cumlaude di bidang ilmu hadist di Universitas Islam Madinah. Dialah Asathini Zamani Siregar, mahasiswa pascasarjana ilmu hadist fakultas hadist.
Baca Juga : Astaghfirullah! Masjid di Norwich Inggris Diserang Orang Tak Dikenal
Tesis Asathin yang berjudul “At-Tadwin fi Dzikri Alhil Ilmi bi Qozwain li Abil Qosim Abdul Karim bin Muhammad Ar-Rafi’i min Bidayati Tarjamati Ahmad bin ‘Allan bin Muhammad bin Khalid ila Nihayati Harfi Dho’ Dirosatan wa Tahqiqon” berhasil ia pertanggungjawabkan dihadapan dua dosen penguji dengan dosen pembimbing Prof. Dr. Umar bin Ibrahim Nur Saif pada Rabu (26/4) malam seperti dilansir laman ppmi madinah.

Dua dosen penguji tersebut adalah Dr. Muhammad bin Abdurrazzaq Aswad dan Prof. Dr. Hafidz bin Muhammad Al-Hakamy.

Sidang yang berlangsung di auditorium munaqosyah fakultas hadist ini dihadiri oleh perwakilan KJRI Jeddah. Disaksikan juga oleh beberapa mahasiswa.

Asathini Zamani Siregar atau yang lebih akrab disapa dengan Ustadz Asathin ini menyelesaikan pendidikan SMA-nya di pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan. 

Di tahun 2007 Asathin diterima di Universitas Islam Madinah. Ia memilih fakultas hadist ketika itu dan merampungkannya pada tahun 2011.

Di tahun yang sama, Asathin mencoba keberuntungannya dengan mendaftar pascasarjana di bidang ilmu hadist fakultas hadist UIM. 

Berkat pertolongan Allah kemudian kerja kerasnya, ia diterima di jurusan yang ia minati itu. 

Dan kini, ia berhasil menyelesaikan studi pascasarjananya dengan predikat Mumtaz (Cumlaude). 
Baca Juga : Share! Perjanjian Allah Dan Manusia Sebelum Dilahirkan. Apa Itu? Wajib Baca!
Semoga Allah memberkahi ilmu beliau dan bermanfaat bagi kaum muslimin.

Barakallahu. (red/ppmi)

Astaghfirullah! Masjid di Norwich Inggris Diserang Orang Tak Dikenal

Astaghfirullah! Masjid di Norwich Inggris Diserang Orang Tak Dikenal
Astaghfirullah! Masjid di Norwich Inggris Diserang Orang Tak Dikenal

Sebuah masjid di kota Norwich di daerah sentral Inggris Norfolk, pada hari Sabtu lalu dirusak oleh orang tak dikenal. Insiden mengirimkan gelombang kejutan di antara komunitas Muslim yang mengecam serangan Islamofobia.
Baca Juga : Share! Perjanjian Allah Dan Manusia Sebelum Dilahirkan. Apa Itu? Wajib Baca!
“Ketika saya mendengar kaca yang pecah saya pikir kami sedang mendapat serangan,” ujar Rashid, yang berada di masjid selama serangan mengatakan kepada EDP 24.

Masjid Ihsan Norwich, di Chapelfield Timur, diserang pada hari Sabtu lalu sekitar pukul 6:30 pagi.

Sedikitnya 11 panel kaca masjid rusak dan butuh ratusan dolar untuk mengganti kaca dan jendela, menurut dewan masjid.

Serangan, yang terjadi hampir sebulan setelah serangan Paris, telah menggelisahkan masyarakat Muslim Norwich yang telah hidup secara damai selama beberapa dekade.

Berita Terbaru  China Akan Tetap Batasi Jumlah Anak Hingga 30 Tahun ke Depan Menurut Rashid, serangan hari Sabtu lalu adalah yang pertama dari jenisnya terhadap Masjid Ihsan.

“Dengan apa yang telah terjadi di dunia akhir-akhir ini saya tidak terlalu terkejut jika itu adalah serangan yang disengaja terhadap kami,” kata Rashid.

Serangan Islamofobia Sabtu lalu terhadap Masjid Ihsan Norwich telah memicu reaksi beragam dari warga. Banyak yang mengutuk serangan tersebut.

“Berita ini sangat mengerikan,” kata salah satu pengguna Facebook.

“Saya memiliki banyak teman di Masjid Ihsan dan mereka adalah masyarakat yang damai.”

Di sisi lain, serangan itu telah membuat komentar kebencian.
Baca Juga : Perhatikan! Ini Makanan Manusia Jika Dajjal Muncul. Sebarkan!
“Muslim memenggal kepala, kita menghancurkan jendela,” kata seorang pengguna Facebook lainnya.[af/onislam]

Jumat, 28 April 2017

Share! Perjanjian Allah Dan Manusia Sebelum Dilahirkan. Apa Itu? Wajib Baca!

Share! Perjanjian Allah Dan Manusia Sebelum Dilahirkan. Apa Itu? Wajib Baca!
Share! Perjanjian Allah Dan Manusia Sebelum Dilahirkan. Apa Itu? Wajib Baca!

Ingatkah anda pernah lakukan kesepakatan dengan Allah SWT sebelumnya lahir ke dunia? Ya, fitrah manusia memang pelupa, hingga tak ingat pada beberapa hal yang telah disetujui dengan Rabb-Nya sebelum terlahir ke dunia.
Baca Juga : Perhatikan! Ini Makanan Manusia Jika Dajjal Muncul. Sebarkan!
Perjalanan hidup manusia sesungguhnya telah terinci. Semuanya awal kehidupan diawali dari alam ruh, kehidupan dunia serta selesai di surga atau neraka. Sebelumnya pada akhirnya dilahirkan ke dunia, manusia sesungguhnya lakukan kesepakatan dengan Allah SWT.

Bila manusia menyanggupi, jadi Ia akan lahir serta hidup didunia, tetapi bila tak, Allah akan tidak menakdirkannya menjalani kehidupan di muka bumi. Hal semacam ini diterangkan dalam Al-Quran serta hadist-hadist yang diriwayatkan Nabi Muhammad SAW. Sebelumnya tiap-tiap manusia lahir ke dunia, Allah sudah mengambil kesaksian dari tiap-tiap jiwa atau ruh manusia.

Serta dinyatakan juga dalam Alquran seperti ayat Al-Hadid ayat 8. “Dan kenapa anda tak beriman pada Allah padahal Rasul menyeru anda agar anda beriman pada Tuhanmu. Serta sebenarnya Dia (Allah) sudah mengambil perjanjianmu, bila anda yaitu beberapa orang yang beriman”. (QS. Al Hadid, 57 : 8)

Dalam satu hadist kisah Iman Tirmidzi Rasulullah SAW bersada kalau waktu penciptaan adam Allah menyeka punggung Adam lantas dari punggung itu keluar tiap-tiap ruh yang mirip biji atom yang berjatuhan. Ruh itu lalu dijadikan berpasangan-pasangan lantas di ambil janji serta kesaksiannya.

Hal ini diperkuat dalam QS Al A’raaf Ayat 172 berkenaan Syahadatnya jiwa manusia sebelumnya ke Alam Dunia. “Dan (ingatlah), saat Tuhanmu keluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka serta Allah mengambil kesaksian pada jiwa mereka (serayaberfirman) “Bukankah Saya ini Tuhanmu? ” mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami jadi saksi”. (Kami kerjakan yang sekian itu) supaya pada hari kiamat anda tak menyampaikan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) yaitu beberapa orang yang lengah terhadap ini (keEsaan Tuhan) ”. (QS. Al A’raaf, 7 : 172)

Dari ayat itu di ketahui kalau ruh manusia telah mengaku keesaan Allah SWT. Ini disaksikan oleh Nabi Adam serta masyarakat langit sebagai saksi. Kesepakatan ini akan tidak pernah diingat manusia lantaran fitrah manusia sesungguhnya yaitu pelupa. Manusia lalu lahir dalam keadaaan suci. Orang tuanya lah yang membuatnya beragama selain Islam.

Tetapi ini bukanlah argumen manusia dapat mengelak atas janjinya pada Allah SWT di akhirat nantinya. Lantaran manusia dibekali akal serta fikiran untuk memastikan jalan kebenaran. Allah SWT juga telah mengutus Nabi serta Rasul-Nya untuk mengingatkan kembali mengenai kesepakatan itu. Tetapi manusia tetap harus ingkar.

Manusia dengan cara fitrah memanglah melupakan kesepakatan itu. Karenanya fakta yang perlu dihadapi oleh tiap-tiap manusia yaitu sebenarnya tak ada satu jiwa juga yang lahir ke dunia ini, terkecuali Allah sudah mengambil kesepakatan serta kesaksian mereka saat di alam ruh kalau, Allah yaitu Rabb mereka, serta Allah lakukan hal semacam ini supaya mengujinya dalam kehidupan dunia supaya pada hari akhirat kelak tiada satupun manusia yang bakal mengingkari mengenai keEsaan Allah.
Baca Juga : Allahuakbar! Pendeta Senior "Yochanan Jhony Mema STh" Masuk Islam. Sebarkan!
Zakir Naik, seorang ulama asal India mengatakan hidup ini seperti ujian di sekolah. Manusia melakukan kehidupan sesudah sepakat dengan kesepakatan yang dibuatnya dengan Allah SWT. Waktu melakukan kehidupan, manusia seperti tengah ujian, Guru akan tidak memberitahu jawaban walau sebelumnya apa yang diuji sudah di ajarkan. Jawabannya baru bakal diberitahu waktu ujian sudah usai. Sesudah hari kiamat, Allah barulah bakal memberikan jawaban atas apa persetujuan yang telah kita buat dengannya sebelum lahir ke dunia.